Laman

Kamis, 08 Januari 2015

Tulisan

Nasi Uduk

Nasi uduk merupakan masakan khas Indonesia yang sering kali kita jumpai. Cara membuat nasi uduk berbeda dengan memasak nasi biasa, dan nasi uduk terasa gurih karena terbuat dari santan kelapa. Nasi uduk biasanya disajikan dengan menggunakan kerupuk dan sambal kacang. Nasi uduk sering dijadikan nasi tumpeng, dan tidaklah sulit untuk menemukan nasi uduk. Walaupun mudah ditemukan, tidak ada salahnya untuk mencoba membuat sendiri. Berikut saya akan jelaskan langkah-langkah membuat nasi uduk.

Bahan-bahan nasi uduk:
a.    1 liter beras
b.    2 lembar daun salam
c.    2 batang serai
d.    1 ruas jahe
e.    650ml santan kelapa
f.     1 sdm garam

Bahan-bahan sambal kacang:
a.    5 buah Cabai (dapat ditambahkan sesuai selera)
b.    100 gram Kacang tanah
c.    150ml Air panas
d.    Garam
e.    Gula

Pelengkap:
a.    Telur dadar
b.    Bawang goreng
c.    Kerupuk atau emping (sesuai selera)
d.    Sambal kacang

Cara pembuatan nasi uduk:
1.    Cuci beras terlebih dahulu
2.    Kemudian rebus santan, masukkan daun salam, serta sereh dan jahe yang sudah dimemarkan, dan tambahkan garam
3.    Setelah santan mendidih, masukkan beras, jangan lupa diaduk dan tunggu sampai menjadi nasi aron (nasi setengah matang)
4.    Lalu kukus kembali hingga menjadi nasi matang

Cara pembuatan sambal kacang:
1.    Goreng kacang tanah dan cabai hingga matang
2.    Setelah itu tumbuk halus dan beri sedikit garam serta gula
3.    Setelah halus seduh atau tuangkan air panas, aduk-aduk agar menjadi sambal

Penyajian:
Sajikan nasi uduk dengan taburan bawang goreng bisa tambahkan telur dadar yang sudah diiris panjang, letakan kerupuk dan sambal sesuai selera.



Kehidupan

Kehidupan

Hidup adalah sebuah perjalanan yang harus dihadapi
Ketika nyawa telah diberikan
Kebahagiaanlah yang dicari
Dalam bentuk cinta itu kita dapatkan

Hidup hanya satu kali
Nyawa pun hanya mengikutinya
Namun bahagia akan selalu didapati
Dengan cinta kasih sayang antar sesama

Janganlah kau siakan hidup ini
Walau nyawa tak kan lagi menyatu
Bahagialah engkau nanti
Karena cinta akan hadir didekatmu

Bukit nan indah jauh terbentang
Bagai pepohonan tinggi menjulang
Hidup tak usah banyak hutang

Apabila kamu ingin disayang

Puisi

Hujan

Hujan,
Yang selalu membuat ku tersenyum
Yang selalu menyejukan hatiku
Tetesan air mewarnai bumi ini
Hujan,
Mengingatkan ku pada seseorang
Seorang kekasih yang tak nampak
Kenangan manis bersamamu telah terukir
Terukir bersama tetesan hujan
Kenangan yang hanya bisa kusimpan sendiri
Hujan,
Kau yang telah pertemukan aku dengannya
Karena hujan aku bisa bersamanya
Dengannya aku bahagia

Sebelum kusadari kini dia telah tiada

Aku dan Sedihku

Didalam ruang yang sunyi
Aku hanya bisa terdiam
Menahan tangis yang telah lama aku pendam
Aku tak kuasa untuk menahan pedih ini
Pedih yang tak dapat kubagi kesiapapun
Sakit yang teramat dalam
Kerikil tajam telah melukai hatiku
Aku mencoba untuk tegar
Tapi apa dayaku
Aku tak tahan lagi
Hingga akhirnya ku jatuhkan air

Air mataku yang sudah lama aku pendam

Puisi

Mimpi

Mimpiku cepatlah kau datang
Mimpi yang selama ini aku harapkan
Segenap tenaga aku berusaha
Beribu jalan sudah ku lalui
Demi mimpiku
Aku tetap berusaha
Tuhan, bantu aku untuk menggapainya
Jadikan indah hidupku
Aku berharap mimpiku dapat terwujud

Tulisan

MAAFKU

Hanya kata maaf yang ku ucapkan
Beban yang kau rasakan sangatlah berat
Aku hanya bisa memberi kesulitan
Dirimu sangat berarti untukku
Maafkan aku,
Aku tak ingin memberi beban ini
Aku tak mau kau mersakan pedih
Maafkan aku,
Janjiku padamu belum kupenuhi
Aku ingin membahagiakanmu

Agar ku bisa membayar semua bebanmu

Rabu, 07 Januari 2015

TUGAS CERPEN

Cinta Suratan Takdir

Suasan pagi hari tampak berbeda, Risa yang masih termenung di tempat tidurnya memikirkan kejadian semalam yang terasa seperti mimpi. Di depan rumah nampak terlihat mobil sedan berwarna putih, Risa segera keluar rumah. “Pagi Risa” sapa Kevin, dengan senyuman Risa menjawab “pagi juga Vin”. Tak disangka Kevin menjemputnya. Sepanjang perjalanan Risa masih bingung entah apa yang mesti Risa jawab. Pertanyaan Kevin semalam yang membuat Risa gundah gulana. Kevin ingin Risa menjadi pacarnya, namun Risa bingung, sejak lama Risa memang suka dan kagum sama Kevin tetapi Risa sudah dijodohin oleh orangtuanya. “Perempuan mana yang tidak suka sama Kevin, dia kan ketua BEM, pintar dan tampan” gumam Risa dalam hati. “Ris, kamu kenapa ko bengong? Aku tunggu jawaban kamu Ris, soalnya kamu itu orang yang sangat aku kagumi dari semester awal” terang Kevin. “Vin, sebenarnya aku juga kagum sama kamu, aku gak tau harus jawab apa aku juga ingin menjalin hubungan spesial sama kamu, tapi Vin orang tua aku sudah jodohin aku, dan aku gak tau Vin harus bagaimana” jelas Risa sambil menghapus air mata dipipinya. “Ris, aku tetap sayang sama kamu walau kamu sudah di jodohin, karena aku juga tidak main-main ingin menjadikan kamu orang yang spesial dihidupku Ris” terang Kevin. Dan Risa hanya terdiam dan tidak tahu harus berkata apa.
***
Saat makan malam Risa mencoba untuk memberanikan diri membicarakan tentang perjodohannya “mah, pah Risa gak mau dijodohin, Risa tau mama sama papa kasih yang terbaik buat Risa, tapi Risa sudah besar“. Kata Risa “jadi, kamu tidak mau dijodohin? Risa, pilihan papa sudah benar laki-laki yang mau papa jodohkan juga sudah jelas statusnya, ditambah lagi dia anak teman baik papa jadi kamu harus mau dengan pilihan papa dan perjodohan ini tidak bisa dibatalkan karena sudah di rencanakan sewaktu papa masih muda“. Tegas papa Risa “besok kita akan makan malam bersama dengan mereka sekalian mama sama papa mau kenalin kamu dengan anak teman papa dan kamu harus bersikap baik ya Ris, percayalah pilihan papa sama mama ini benar“ kata mama.
***
Entah bagimana caranya, Risa tidak bisa berbuat apa-apa hanya takdirlah yang bisa merubah semuanya. Orang tua Risa memang tegas walau beribu kali perjodohan itu ditentangnya tetap Risa yang harus mengalah, suka tidak suka Risa harus menerimanya. Risa menangis di depan cermin karena Risa tidak mau perjodohan ini terjadi tapi sebentar lagi laki-laki itu akan datang, laki-laki yang belum Risa kenal. “Risa, cepat keluar sayang“ mama Risa memanggil karena makan malam akan segera dimulai, Risa pun segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju meja makan, betapa kagetnya saat Risa melihat Kevin, tetapi Kevin tidak sendiri ia bersama papa, mama dan laki-laki yang kelihatannya lebih tua dari Kevin. Kesedihan yang Risa rasakan seakan hilang sejenak saat menatap Kevin yang hanya bisa terdiam saat melihat Risa dengan mata yang berkaca-kaca, Risa pun berharap kalau dirinya akan di jodohkan dengan Kevin, “Ris kenalkan ini teman papa dan ini willy laki-laki yang akan dijodohkan sama kamu serta adiknya yang bernama Kevin teman kampus kamu kan Ris?“ kata papa, “iya pah” jawaban singkat yang Risa berikan, karena tidak kuasa menahan tangis dan Risa langsung diam dan ingin segera kekamarnya saat mengetahui bahwa yang dijodohkan olehnya adalah kakaknya Kevin. Walaupun kak Willy kakak Kevin dengan berat hati harus menerima kenyataan ini, Kevin tak bisa berbuat apa-apa karena kak Willy mengidap penyakit kanker otak dan menurut dokter umur kak Willy tidak lama lagi, oleh sebab itu Kevin mengalah demi kak Willy, supaya kak Willy bahagia disisa hidupnya.
***
Tiga bulan kemudian hari wisuda Risa, hari yang Risa nantikan selama kuliah hari yang membuat Risa bahagia karena segera menyandang gelar Sarjana Hukum dan menjadi pengacara adalah cita-cita Risa sejak kecil. Risa nampak sibuk merias wajah ovalnya, namun seketika raut wajah bahagia berubah menjadi sedih, karena Risa teringat setelah lulus kuliah papa dan mama Risa akan menentukan hari pernikahan. Risa tidak mau menikah dengan kak Willy, karena yang Risa sayang Kevin. Risa memandangi foto masa kecilnya, dan tanpa sengaja Risa menteskan air matanya. “Ris, ayo berangkat nanti terlambat” kata mama yang menghampiri  Risa. “Kenapa kamu nangis sayang?” tanya mama Risa. “Mah, aku rindu masa kecilku mama sama papa selalu penuhi kemauan aku, tapi sekarang kenapa mama sama papa gak bisa?” ucap Risa yang tak bisa membendung air mata. Mama Risa langsung memeluk Risa “ Risa sayang, mama ngerti kamu, tapi sayang kali ini kamu harus bisa penuhi kemauan mama sama papa yaa sayang, karena keputusan mama sama papa sudah dipikirkan dari kamu masih kecil” pinta mama Risa. Toga dan gelar sudah Risa dapatkan. Risa meminta izin untuk mencari Kevin ditengah kerumunan “Kevin, Kevin” teriak Risa namun Kevin tidak mendengar begitu juga orang tua Kevin, mereka nampak terburu-buru. Risa berusaha mengejar tapi papa memanggil Risa dan meminta Risa untuk segera pulang. Sesampainya di rumah Risa langsung masuk ke kamar. Tak lama kemudian terdengar suara papa Risa berteriak. “Mah, papa kenapa?” tanya Risa dengan rasa penasaran. Papa Risa kaget setelah mengangkat telepon entah dari siapa. Risa segera menghampiri “pah, ada apa?” tanya Risa “ayo kita ke rumah sakit, Willy Ris...” seru papa Risa. Dengan penuh tanya Risa tak mengerti apa yang terjadi. “Pantas saja Kevin dan orang tuanya tadi buru-buru pulang” batin Risa. Saat tiba dirumah sakit suasana haru yang terasa, Risa gak tau apa yang terjadi dengan Kak Willy. Walaupun Risa tidak menyukainya tapi Risa peduli. “Ris, ini ada surat dari kak Willy, sebelum meninggal kak Willy sempat menitipkan surat ini ke kamu” Kevin memberitahu Risa dengan raut muka yang tampak sedih. “Vin, kak Willy meninggal? Kenapa bisa vin?” tanya Risa. Kevin menceritakan apa yang terjadi, dengan rasa sedih Risa tak percaya selama tiga bulan mengenal kak Willy, Risa tidak mengetahui penyakit yang diderita oleh kak Willy. “Kenapa kamu baru kasih tau aku? Terlambat Vin, aku harusnya bisa membahagiakan kak Willy disisa hidupnya” Risa menangis karena menyesal selama ini Risa bersikap dingin ke kak Willy. Dan kevin berusaha untuk menjelaskan “Maafin aku Ris, ini semua kak Willy yang minta”.
***

Tujuh hari sudah kak Willy pergi, Risa teringat tentang surat dari kak Willy yang belum sempat Risa baca. Dari dalam laci Risa mengambil surat itu, Risa menangis saat membaca surat itu. Air mata Risa berhenti menetes saat mendengar suara Kevin. Tak disangka Kevin datang bersama orangtuanya. “Risa, sini sayang” panggil mama Risa, segera Risa berjalan keruang tamu. Suasana tampak serius, seperti ada hal penting yang ingin dibicarakan. Kevin mencoba menjelaskan pesan yang disampaikan kak Willy “Sebelum kak Willy meninggal, kak Willy meminta aku untuk menggantikan posisinya, kak Willy tahu kalau aku sayang sama kamu Ris dan kak Willy mau aku bahagiain kamu dan jadi pendamping kamu, Kak Willy merasa umurnya tidak lama lagi dan kak Willy ingin membahagiakan aku disisa hidupnya Ris”. Risa tak menyangka perjodohan yang selama ini Risa tentang akan berakhir seperti ini. Kak Willy memang kakak yang baik, dari kecil kak Willy tahu kemauan Kevin. Rasa haru dan bahagia yang Risa rasakan karena pada akhirnya Kevin yang akan menjadi pendamping Risa, semua ini sangat mengajarkan Risa kalau jodoh tak akan kemana.